Langsung ke konten utama

Indonesia Bebas Polio

Jakarta, 1 April 2014

Anak yang telah lengkap imunisasinya pada saat menginjak usia 2 tahun, maka dia sudah terlindungi dari 8 macam penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), yaitu: Tuberkulosis, Hepatitis B, Polio, Campak, Difteri, Pertusis, Tetanus dan Haemophilus Influenzae type B (Pneumonia dan Meningitis).

Demikian pernyataan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, saat memberikan paparan di hadapan lebih dari 700 peserta Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2014 Regional Barat di Jakarta, Senin malam (31/3).

Pada kesempatan tersebut, Menkes menyatakan kegembiraannya saat melihat hasil cakupan imunisasi dasar 13 Provinsi di Regional Barat, yaitu: DI Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Saya sangat bahagia melihat grafik capaian regional barat terkait imunisasi. Hanya ada beberapa Provinsi yang capaiannya masih di bawah target nasional (89,9%), yaitu: Sumatera Utara (81,5%); DI Aceh (83%); Riau (83,9%); Sumatera Barat (84,5%); Banten (87,2%); Kepulauan Riau (88,4%); dan Sumatera Selatan (88,5%), terang Menkes.

Pada kesempatan tersebut, Menkes RI menyatakan kebahagiaannya bahwa pada 27 Maret 2014, Republik Indonesia telah mendapatkan sertifikat Bebas Polio dari WHO.

Ini suatu hal yang luar biasa, karena polio merupakan penyakit kedua, setelah WHO menetapkan Indonesia bebas dari penyakit cacar pada tahun 1974, kata Menkes.

Kita ketahui, Indonesia menjadi 1 dari 11 negara South East Asia Regional Office (SEARO) yang berhasil menerima sertifikat Bebas Polio dari WHO, bertempat di Conference Hall World Health Organization, South-East Asia Regional Office, New Delhi, India (27/4). Kesebelas negara tersebut, yaitu: Bangladesh, Bhutan, India, Korea Selatan, Maladewa, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand, Timor Leste, dan Indonesia.

Pada akhir paparan mengenai hal tersbeut, Menkes menekankan agar cakupan imunisasi harus terus ditingkatkan untuk melindungi generasi bangsa dari ancaman penyakit menular.

Kita baru terbebas dari 2 penyakit, kalau cakupan imunisasi dasar ini terus ditingkatkan, kita bisa benar-benar terlindung bahkan terbebas dari 8 penyakit yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi, tandas Menkes.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan email kontak@depkes.go.id

Sumber: depkes.go.id

Postingan populer dari blog ini

Jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Sumatera Utara Lebih dari 4 Juta Jiwa

Pemerintah menanggung iuran JKN bagi masyarakat miskin dan tidak mampu, yang jumlahnya mencapai 86,4 juta orang, termasuk 4.192.297  orang di Propinsi Sumatera Utara. Kelompok ini disebut dengan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ada sekitar 9.500 Puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk 571 di Propinsi Sumatera Utara. Jumlah tersebut penyebarannya tidak merata di setiap Kabupaten/Kota. Medan, 12 Februari 2014 Untuk mendukung pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diluncurkan Pemerintah Republik Indonesia sejak 1 Januari 2014, Kementerian Kesehatan melakukan berbagai upaya untuk memperkuat pelayanan kesehatan. Berbagai peraturan dan panduan tentang pelayanan kesehatan dan standar tarif dasar bagi pemberi dan pengelola pelayanan kesehatan (Yankes) telah dikeluarkan. JKN adalah program jaminan sosial kesehatan nasional, yang diamanatkan dalam Undang-Undang No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Jaminan Kesehatan ini mengacu pada prinsip a...

72000 PEDOMAN PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA DALAM PELAYARAN

STRUKTUR ORGANISASI KKP KELAS II BANTEN